SULTENG RAYA-Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M., menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memaknai momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei. Menurutnya, sejarah perjalanan bangsa Indonesia menunjukkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari pemikiran kritis dan semangat progresif kaum muda terpelajar.

Dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026), Prof. Rajindra mengatakan semangat Kebangkitan Nasional yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo pada 1908 masih relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. “Jika dulu pahlawan kita berjuang melawan kolonialisme dengan membentuk organisasi modern, maka hari ini mahasiswa harus bangkit melawan kebodohan, kemiskinan, dan polarisasi digital,” ujarnya.
Prof. Rajindra memaparkan tiga poin utama yang dinilai menjadi refleksi semangat Kebangkitan Nasional bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palu maupun mahasiswa Indonesia secara umum. Pertama, mahasiswa harus tampil sebagai agen perubahan (agent of change). Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton pasif, melainkan harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan literasi digital guna membawa dampak positif bagi masyarakat.