Kedua, mahasiswa diharapkan menjadi perekat persatuan bangsa. Di tengah derasnya arus informasi yang rentan memicu perpecahan, mahasiswa diminta berperan sebagai agen persatuan dengan tidak menyebarkan hoaks maupun ujaran kebencian.

Ketiga, mahasiswa juga dituntut menjadi inovator lokal berdampak global melalui kreativitas dalam menciptakan peluang ekonomi baru, seperti pengembangan startup maupun pemberdayaan UMKM berbasis digital sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi nasional.

Sebagai pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Prof. Rajindra turut mengingatkan bahwa semangat kebangkitan nasional bagi mahasiswa harus dilandasi nilai-nilai keagamaan yang kuat. “Pintar saja tidak cukup. Mahasiswa kita harus memiliki integritas moral. Semangat Kebangkitan Nasional harus beriringan dengan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), sehingga kemajuan intelektual yang dicapai tetap membawa maslahat dan rahmat bagi semesta alam,” katanya. ENG