SULTENG RAYA – Siang itu, suasana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi tidak seperti biasanya. Langkah cepat rombongan pejabat daerah menyusuri lorong-lorong rumah sakit menjadi tanda dimulainya sebuah inspeksi mendadak (sidak) yang tak sekadar seremonial, Kamis (30/4/2026).

Dipimpin Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, bersama Ketua DPRD Alfres M. Tonggiroh, sidak ini lahir dari akumulasi keluhan masyarakat yang kian sering terdengar tentang pelayanan, kenyamanan, hingga kelayakan fasilitas di rumah sakit rujukan daerah tersebut.

Didampingi jajaran manajemen rumah sakit, rombongan menyisir satu per satu ruangan. Dari ruang perawatan hingga fasilitas penunjang, temuan demi temuan pun bermunculan, sebagian bahkan memantik keprihatinan.

Salah satu yang paling mencolok adalah penempatan pasien pasca-operasi di ruangan yang fasilitas toiletnya rusak. Kondisi ini dinilai tidak manusiawi, mengingat pasien dalam kondisi terbatas untuk bergerak.

“Pasien pasca-operasi yang belum bisa berjalan seharusnya tidak ditempatkan di ruangan tanpa toilet. Kalau memang keterbatasan ruang, mestinya diprioritaskan untuk pasien yang sudah bisa mobilisasi,” tegas Alfres, dengan nada kecewa.

Tak hanya itu, persoalan kebersihan, kinerja petugas cleaning service, hingga instalasi dasar seperti listrik dan stop kontak yang rusak turut menjadi sorotan. Gambaran ini memperlihatkan bahwa persoalan di RSUD Anuntaloko bukan sekadar teknis, melainkan menyentuh aspek mendasar pelayanan publik.