SULTENG RAYA – Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan pentingnya keseimbangan antara fleksibilitas kebijakan dan kepastian regulasi dalam mendukung keberlanjutan industri pertambangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Bernardus saat menjadi pembicara dalam diskusi terbatas Energy and Mining Editor Society (E2S) bertajuk “Peran RKAB dan Peningkatan Produksi Dalam Strategi Menyikapi Tantangan Global”, yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor energi dan pertambangan, belum lama ini.

Dalam forum tersebut, Bernardus menyoroti bahwa peningkatan produksi tidak bisa dipandang sebagai aspek yang berdiri sendiri. Menurutnya, kegiatan pertambangan merupakan bagian dari ekosistem terintegrasi yang mencakup investasi jangka panjang serta kesiapan industri hilir. “Produksi tambang harus sejalan dengan penguatan hilirisasi. Tanpa kesiapan industri hilir, peningkatan produksi justru berpotensi tidak optimal,” ujarnya.