SULTENG RAYA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyediakan dan menanam 30 ribu bibit mangrove melalui program BRI Menanam – Grow & Green untuk mendukung pemulihan dan pelestarian ekosistem pesisir Pantai Utara Jawa.
Upaya ini merupakan bagian dari pendekatan berbasis solusi untuk membantu melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Demonstration Plotting Perlindungan Pantai Utara Jawa dengan Nature-based Solutions di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Corporate Secretary BRI Dhanny, serta Bupati Demak Eisti’anah.
Penanaman mangrove dilakukan dengan metode rumpun berjarak. Di bagian depan area tanam, struktur pemecah ombak dibangun untuk meredam energi gelombang dan membantu pengendapan sedimen sehingga mendukung pertumbuhan mangrove di kawasan pesisir.
Kabupaten Demak menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, serta kondisi dataran pesisir yang rendah. Risiko tersebut diperparah oleh alih fungsi lahan mangrove, eksploitasi air tanah yang memicu penurunan muka tanah, dan penumpukan sampah plastik yang menyumbat saluran irigasi. Kondisi ini mengancam permukiman, lahan produktif, infrastruktur, dan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam merespons kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan.
“Bagi BRI, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Selain rehabilitasi mangrove, BRI Peduli juga menjalankan Program Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Melalui program ini, BRI Peduli menyediakan rumah produksi di tempat penampungan sementara (TPS) Berahan Kulon untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan, termasuk Eco Hex Brick sebagai material penyusun struktur pemecah ombak.
Program tersebut menghasilkan 5.000 unit Eco Hex Brick yang digunakan untuk membangun 28 menara pemecah ombak dengan panjang susunan mencapai 100 meter. Struktur ini membantu meredam energi gelombang dan mendukung pengendapan sedimen, yang diperlukan sehingga menunjang pemulihan ekosistem mangrove.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan bahwa mangrove membantu meredam energi gelombang laut untuk mengurangi abrasi, sementara produksi Eco Hex Brick turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Ini juga berarti membuka lapangan kerja dan menghadirkan penghasilan untuk masyarakat yang ada di pesisir,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Barokah Matsaeri mengapresiasi dukungan BRI Peduli yang diharapkan dapat membantu melindungi pantai desanya dari abrasi sekaligus membuka peluang kerja bagi warga melalui produksi material pemecah ombak.
“Kami atas nama kelompok mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli yang telah membantu masyarakat di desa kami. Alhamdulillah, dengan adanya upaya perlindungan pantai, kami berharap masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap ancaman abrasi. Selain itu, warga kami juga mendapatkan pekerjaan melalui keterlibatan dalam produksi Eco Hex Brick, yang merupakan inovasi BRIN bersama BRI dan BakauMU,” ungkapnya.
BRI meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui program BRI Peduli, Perseroan terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
“BRI berharap inisiatif ini dapat membantu melindungi kawasan pesisir sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya,” pungkas Dhanny.
Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam – Grow & Green telah menanam lebih dari 155 ribu bibit pohon dengan potensi serapan emisi sebesar 54,77 ton CO₂e. Program ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah Indonesia. RHT