Selain itu, Karorena menekankan pentingnya pelaksanaan Analisis Beban Kerja (ABK) di lingkungan Polri sebagai dasar dalam mengetahui kebutuhan personel, efektivitas pelaksanaan tugas, penyusunan formasi pegawai yang rasional, hingga mewujudkan organisasi Polri yang tepat fungsi dan tepat ukuran.

ABK juga memiliki manfaat strategis, di antaranya sebagai dasar penyempurnaan struktur organisasi, penilaian prestasi kerja, penyempurnaan sistem dan prosedur kerja, peningkatan kinerja unit kerja, penyusunan standar beban kerja, penyusunan daftar susunan pegawai, serta mendukung program mutasi personel secara proporsional sesuai kebutuhan organisasi.

Karorena juga menyampaikan sejumlah penekanan sebagai tindak lanjut hasil Anev Stamarena Polri, yaitu agar seluruh Satker dan Satwil melakukan penginputan SI-ABK Presisi secara rutin, memastikan data yang diinput sesuai dengan uraian tugas dan fungsi kepolisian, serta menyesuaikan dengan data dukung dan jumlah riil personel yang ada.

Mengakhiri sambutannya, Karorena berharap seluruh peserta, khususnya para operator SI-ABK Presisi, dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mendukung peningkatan akuntabilitas kinerja dan tata kelola organisasi Polri yang semakin profesional, modern, dan terpercaya.

Kegiatan Anev Penguatan Nilai AKIP dan Evaluasi Input Aplikasi SI-ABK Presisi Tahun 2026 secara resmi dibuka dengan harapan dapat meningkatkan kualitas perencanaan, akuntabilitas kinerja, serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi SI-ABK Presisi di seluruh jajaran Polda Sulawesi Tengah.*/YAT