Pernyataan itu menggambarkan kegelisahan sebagian kader KADIN terhadap kondisi internal organisasi menjelang agenda penting lima tahunan tersebut. Sebab Musprov bukan hanya sekadar memilih ketua baru, tetapi juga menentukan arah kebijakan dunia usaha Sulawesi Tengah ke depan.
Di tengah derasnya tudingan tersebut, Zulfakar Nasir akhirnya angkat bicara. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu sore (16/5/2026), ia membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Menurut Zulfakar, komunikasi dengan peserta merupakan bagian dari tugas panitia pengarah untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan Musprov, termasuk urusan akomodasi peserta dari daerah. “Sebagai SC saya wajar berkomunikasi dengan peserta,” tegas Zulfakar.
Ia menilai tudingan keberpihakan yang dialamatkan kepadanya terlalu berlebihan dan tidak berdasar. Sebagai panitia, kata dia, pihaknya memang memiliki akses untuk menghubungi peserta demi memastikan seluruh kebutuhan selama kegiatan berjalan lancar.
Tak hanya itu, Zulfakar juga menyayangkan munculnya sejumlah pemberitaan yang dianggap menggiring opini tanpa konfirmasi berimbang. Ia menegaskan bahwa prinsip cover both side seharusnya tetap dikedepankan agar informasi yang beredar tidak menyesatkan publik maupun peserta Musprov.
Meski demikian, polemik ini telanjur menjadi pembicaraan hangat di internal KADIN Sulawesi Tengah. Beberapa pihak mulai mendesak agar Steering Committee menjaga jarak dengan seluruh kandidat demi menghindari konflik kepentingan yang dapat mencederai proses demokrasi organisasi.
Musprov VIII KADIN Sulawesi Tengah sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Mei 2026 di Hotel Grand Sya. AJI