SULTENG RAYA – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah (Sulteng), suhu organisasi pengusaha terbesar di daerah itu mulai memanas.
Aroma persaingan menuju kursi Ketua KADIN Sulteng periode 2026–2031 kini tak lagi sebatas dinamika biasa, melainkan mulai dibayangi isu dugaan keberpihakan panitia.
Sorotan tajam mengarah kepada Ketua Steering Committee (SC) Musprov KADIN Sulteng, Zulfakar Nasir. Sosok yang semestinya berdiri di garis netral sebagai pengarah jalannya forum organisasi itu, justru disebut-sebut melakukan manuver politik internal untuk memenangkan salah satu bakal calon ketua.
Isu tersebut berembus kuat di kalangan internal KADIN dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah sumber menyebutkan, dugaan keberpihakan itu terlihat dari intensitas komunikasi yang dilakukan Zulfakar kepada para pemilik hak suara atau voters di tingkat kabupaten dan kota.
Tak sekadar komunikasi biasa, pendekatan yang dilakukan disebut dibarengi dengan tawaran fasilitas dan akomodasi gratis serta sejumlah uang selama pelaksanaan Musprov di Kota Palu. Biaya penginapan hingga kebutuhan peserta disebut-sebut ditanggung oleh salah satu kandidat yang tengah bertarung memperebutkan kursi ketua.
Kecurigaan itu semakin menguat setelah beredarnya rekaman suara yang ramai diperbincangkan di lingkup internal KADIN Sulawesi Tengah. Dalam rekaman tersebut, Zulfakar diduga memberikan arahan kepada sejumlah voters agar menginap di salah satu hotel di Kota Palu.
Hotel yang dimaksud disebut merupakan lokasi karantina atau pusat konsolidasi yang telah disiapkan oleh salah satu bakal calon ketua. Dugaan inilah yang kemudian memantik reaksi keras dari sebagian peserta Musprov.
“SC itu harus menjadi wasit yang adil, bukan pemain. Jika berpihak, publik layak mempertanyakan integritas Musprov,” ujar salah satu sumber internal KADIN Sulteng yang meminta identitasnya dirahasiakan.