Sorotan terhadap keterlibatan Hestiwati tidak dapat dilepaskan dari posisi suaminya sebagai kepala daerah aktif. Dalam tradisi birokrasi daerah, seleksi jabatan tinggi sering kali menjadi isu sensitif karena rawan dikaitkan dengan kepentingan politik, kedekatan kekuasaan maupun dugaan intervensi elit pemerintahan. Karena itu, publik kini menanti sejauh mana komitmen pemerintah daerah menjaga independensi proses seleksi tersebut.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, dalam sambutannya secara terbuka meminta tim seleksi bekerja profesional dan objektif. Ia menegaskan bahwa asesmen harus benar-benar menjadi instrumen untuk mengukur kemampuan dan kompetensi peserta, bukan sekadar formalitas administratif.

“Saya sudah menyampaikan berulang-ulang bahwa saya meminta kepada tim seleksi ini untuk menilai secara objektif, menguji kemampuan sebagaimana pengertian dari assessment, untuk menguji kemampuan dan kompetensi bapak ibu semua,” tegas Erwin Burase di hadapan peserta asesmen.

Pernyataan tersebut seolah menjadi penegasan bahwa proses seleksi tidak boleh dipengaruhi kepentingan tertentu, terlebih karena salah satu peserta memiliki hubungan langsung dengan kepala daerah.

Erwin juga menekankan pentingnya menghadirkan pejabat yang mampu melahirkan program konkret demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, OPD tidak boleh hanya menjalankan rutinitas birokrasi, melainkan harus mampu menghadirkan inovasi pembangunan yang menyentuh kebutuhan rakyat hingga tingkat desa.