Dalam pelatihan ini, para kader dibekali keterampilan praktis mengenai cara melakukan deteksi dini risiko preeklamsia menggunakan aplikasi KSDS berbasis Android. Kader dilatih mengidentifikasi berbagai faktor risiko preeklamsia seperti usia ibu saat hamil, jumlah paritas, riwayat hipertensi, obesitas, riwayat diabetes melitus, riwayat preeklamsia sebelumnya, hingga faktor keturunan keracunan kehamilan. Selain itu, kader juga diberikan edukasi tentang pentingnya komunikasi persuasif dan pendokumentasian data secara sistematis agar dapat menjadi dasar tindak lanjut tenaga kesehatan di Puskesmas.

Kegiatan ini turut menghadirkan Dr. Dhiana Setyorini, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Mat dari Poltekkes Kemenkes Surabaya sebagai narasumber sekaligus penggagas dan inovator Kartu Skor Dhiana Setyorini berbasis aplikasi Android. Kehadiran inovasi digital ini diharapkan mampu mempermudah kader dalam melakukan skrining risiko preeklamsia secara cepat, tepat, dan lebih terstruktur di masyarakat.

Penguatan kapasitas kader merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan ibu dan anak di desa. Kader bukan hanya pencatat data, tetapi juga agen perubahan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kehamilan. Dengan keterampilan deteksi dini, kader dapat segera melaporkan ibu hamil berisiko sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Pelatihan ini membuat kader lebih percaya diri dalam mendampingi ibu hamil di lingkungannya serta lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Membangun kesehatan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Fondasi utama terletak pada pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan warga.

Kolaborasi antara akademisi, Puskesmas, pemerintah kelurahan, dan kader kesehatan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil. Dengan memperkuat kompetensi kader melalui pemanfaatan teknologi digital, layanan kesehatan tidak hanya hadir di fasilitas kesehatan, tetapi juga menjangkau langsung masyarakat yang membutuhkan. Melalui deteksi dini risiko preeklamsia, diharapkan angka komplikasi kehamilan dapat ditekan dan kesehatan ibu serta bayi di Kabupaten Tolitoli semakin meningkat. ***