Di Parigi Moutong, kabar ini disambut dengan rasa bangga. Bupati H. Erwin Burase menyebut capaian Taslim sebagai cerminan kualitas generasi muda daerah yang religius sekaligus kompetitif di level global. “Prestasi Ananda Taslim adalah bukti nyata bahwa putra daerah Parigi Moutong mampu bersaing di tingkat internasional. Nilai 95 itu bukan sekadar angka, melainkan wujud dedikasi dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, perjalanan ini menjadi simbol harapan. Dari ruang-ruang belajar sederhana hingga panggung megah internasional, Taslim membawa cerita tentang ketekunan, doa, dan dukungan kolektif dari kampung halaman.
Pesan pun disampaikan Bupati kepada kedua delegasi tersebut—agar menjaga kesehatan, meluruskan niat, dan memberikan penampilan terbaik. Sebab dibalik setiap lantunan ayat yang akan dikumandangkan, ada doa dan harapan masyarakat Sulawesi Tengah yang ikut mengiringi.
Kini, langkah Taslim dan Sunarti bukan lagi milik pribadi. Ia telah menjadi inspirasi—bahwa dari daerah, dari desa, dari kesederhanaan, lahir cahaya yang mampu menerangi panggung dunia. AJI