Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memperkenalkan berbagai program jaring pengaman sosial seperti “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” yang ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja yang terdampak kondisi ekonomi. Program ini diharapkan mampu memastikan akses pendidikan dan layanan kesehatan tetap berjalan meski masyarakat mengalami kesulitan ekonomi.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan, termasuk pembelajaran bahasa asing seperti Mandarin yang dibuka secara gratis oleh pemerintah daerah. Langkah ini diambil agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan naik kelas di tengah perkembangan industri dan investasi yang semakin pesat. “Kesejahteraan buruh hanya bisa tercapai jika lapangan kerja terus terbuka dan investasi tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja. Ia menekankan pentingnya semangat “naik kelas” bagi semua pihak, baik guru, pekerja, maupun pelaku usaha, agar mampu menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

Menurutnya, kondisi dunia usaha saat ini tidak mudah, dengan penurunan omzet dan tekanan ekonomi global, sehingga dibutuhkan kerja sama yang solid agar perusahaan tetap bertahan sekaligus menjaga kesejahteraan karyawan.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur yang dinilai memiliki pengalaman panjang dari bawah hingga menjadi pemimpin daerah. “Kita harus naik kelas bersama. Guru, pekerja, dan pengusaha harus berkembang agar mampu menghadapi tantangan global,” jelas Wijaya Chandra.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai perwakilan serikat buruh, di antaranya dari Front Nasional Buruh Indonesia, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, serta aliansi buruh lainnya di Sulawesi Tengah yang menyampaikan aspirasi sekaligus dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan pekerja.

Peringatan May Day tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang dialog terbuka antara pemerintah, buruh, dan pengusaha. Gubernur menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, bahkan secara langsung menerima berbagai aduan sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan rakyat.

Melalui momentum ini, seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Tengah. **WAN