Ia berharap, setelah sistem ini resmi diluncurkan, seluruh dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkannya secara optimal. Menurutnya, presensi online justru memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam bekerja. “Ini banyak skemanya, salah satunya skema dinas luar. Misalnya pagi sampai siang menghadiri seminar di luar, lalu sore baru ke kampus. Dengan sistem ini tidak dianggap terlambat,” jelasnya.

Selain meningkatkan kedisiplinan, penerapan presensi online juga diharapkan membawa berbagai manfaat lain, seperti mengurangi penggunaan kertas sehingga lebih ramah lingkungan, serta mendukung efisiensi operasional kampus.

Sistem ini juga memungkinkan otomatisasi dalam perhitungan jam kerja, lembur, hingga pengajuan izin atau cuti, sehingga mempercepat proses administrasi, termasuk penggajian.

Lebih lanjut, penggunaan teknologi seperti deteksi wajah atau sidik jari dinilai mampu meminimalisir praktik “titip absen” (buddy punching). Selain itu, sistem ini juga dapat memastikan kehadiran pegawai berada di lokasi kerja yang telah ditentukan, termasuk bagi yang menjalankan tugas lapangan atau bekerja secara remote.

Dengan penyimpanan data berbasis cloud, seluruh informasi kehadiran dapat diakses secara real-time dan lebih aman tanpa memerlukan infrastruktur perangkat keras tambahan di kantor. “Penerapan presensi online ini menjadi bagian dari upaya transformasi digital yang tengah dilakukan Unismuh Palu dalam meningkatkan tata kelola administrasi dan kualitas layanan pendidikan di lingkungan kampus,”sebut Sudirman.ENG