“Menjadi tuan rumah itu ada banyak penilaian, mulai dari sarana dan prasarana, akses transportasi, kesiapan akomodasi, hingga kesiapan pelaksanaan secara keseluruhan. Proposal yang bagus belum tentu diterima jika kondisi lapangan tidak mendukung,” ujarnya didampingi Sekum Saiful Pangesa, dan Bendum Ricky Tjui.

Ia menambahkan, daerah di luar Pulau Jawa masih sangat terbatas mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kejuaraan nasional. Karena itu, penunjukan Palu menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tengah untuk menunjukkan kapasitas sebagai penyelenggara event olahraga skala nasional.

“Alhamdulillah setelah melalui proses sekitar satu setengah tahun, Sulawesi Tengah akhirnya terpilih. Ini yang pertama, sehingga kami akan bekerja maksimal agar pelaksanaan berjalan sukses dan menjadi penilaian positif dari pengurus pusat,” katanya.

Gufran menegaskan fokus utama panitia saat ini adalah menyukseskan pelaksanaan Sirnas B 2026 di Palu, sekaligus membuka peluang agar Sulawesi Tengah kembali dipercaya menjadi tuan rumah event nasional lainnya di masa mendatang.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kejuaraan dan berharap masyarakat Sulawesi Tengah ikut menyukseskan Sirnas B perdana di Kota Palu. Setelah seri pembuka di Palu, rangkaian Sirnas B 2026 selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Samarinda, Medan, Bengkulu, dan Denpasar. */WAN