Gubernur turut menyinggung berbagai kisah perempuan dalam sejarah keagamaan sebagai sumber inspirasi, seperti Siti Asiyah, SitiHajar, Siti Maryam, hingga Siti Aminah. Ia menilai bahwa keteguhan dan kesabaran perempuan dalam menghadapi ujian hidup menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban.

Di sisi lain, Gubernur juga memaparkan tantangan yang masih dihadapi Sulawesi Tengah, khususnya terkait kemiskinan. Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar sepuluh persen masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, serta puluhan ribu rumah yang belum layak huni. Ia menggambarkan kondisi tersebut melalui kisah warga yang hidup dalam keterbatasan tanpa fasilitas dasar.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menghadirkan program berbasis solidaritas sosial melalui aplikasi Berani Mosibagi. Program ini bertujuan mengajak masyarakat untuk turut membantu warga kurang mampu melalui donasi berbagai kebutuhan rumah tangga.

“Kami dari pemerintah akan membangun rumahnya, tetapi kami juga mengajak seluruh Kartini di Sulawesi Tengah untuk membantu mengisi rumah tersebut agar benar-benar layak dihuni,” jelas Gubernur.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh perempuan untuk terus berperan aktif dan saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Ia berharap semangat Hari Kartini dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Semoga Kartini-Kartini masa kini dapat bahu-membahu membantu sesama, khususnya mereka yang masih membutuhkan, demi terwujudnya Sulawesi Tengah yang lebih maju menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. *WAN