Dia menjelaskan, edukasi mengenai HIV sangat penting diberikan kepada siswa SMP karena mereka berada pada fase remaja awal yang rentan terpengaruh berbagai informasi dari lingkungan maupun media sosial.

“Kami menyampaikan materi melalui presentasi, video edukasi, serta alat peraga. Selain itu juga dilakukan sesi tanya jawab agar siswa lebih aktif dan berani bertanya,”ujarnya.

Selain itu, para siswa juga diedukasi mengenai peran remaja dalam pencegahan HIV/AIDS. Para siswa diingatkan pentingnya menjaga pergaulan yang sehat dengan memilih lingkungan dan teman yang membawa pengaruh positif agar terhindar dari perilaku yang berisiko terhadap kesehatan.

Mereka juga didorong untuk berani menolak berbagai perilaku berisiko seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan berbahaya lainnya sebagai bentuk perlindungan diri. Siswa diminta untuk aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya agar tidak mudah percaya pada mitos atau informasi yang salah terkait HIV/AIDS.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti penyuluhan dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait HIV/AIDS dan kesehatan remaja. Ia berharap melalui kegiatan edukasi tersebut, para siswa dapat memahami informasi yang benar tentang HIV/AIDS serta menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. AMR