SULTENG RAYA – Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu menggelar pelatihan pertolongan pertama serangan jantung kepada warga di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, belum lama ini. Program pengabdian masyarakat itu sebagai upaya menekan angka kematian akibat serangan jantung.

Kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama Serangan Jantung dan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support/BLS) ini menyasar masyarakat umum, kader kesehatan, hingga aparat desa setempat.

Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu, Dr.Andi Fatmawati Syamsu, M.Kep, Ns, Sp.Kep.An menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung sekaligus kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. “Jantung adalah organ vital yang bekerja tanpa henti, namun sering diabaikan. Serangan jantung bisa datang tiba-tiba, sehingga kesiapan masyarakat menjadi kunci utama penyelamatan,” jelasnya.

Andi Fatmawati mengingatkan ada lima langkah sederhana menjaga kesehatan jantung, yakni menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu, mengontrol tekanan darah secara teratur, berhenti merokok, serta mengelola stress seperti melakukan meditasi, olahraha dan hobi menyenangkan.

Pelatihan inti dipandu tim dosen keperawatan, di antaranya Ismunandar, S.Kep, Ns., M.Kes; Supirno, S.Kep, Ns., M.Kep; Dr. Helena Pangaribuan; Fitria Masulili, M.Kep, Sp.Kep.An; serta Alfrida Samuel Rabung, S.Kep, Ns., M.Kep.

Peserta dibekali pemahaman mengenali gejala awal serangan jantung, termasuk gejala tidak khas pada perempuan dan para lansia. Selain itu, materi Bantuan Hidup Dasar mengacu pada standar American Heart Association (AHA) 2020, mulai dari pengecekan respons korban hingga teknik resusitasi jantung paru (RJP).