Brand ini diharapkan menjadi wajah baru durian Indonesia di mata dunia—sebuah simbol kekuatan alam nusantara yang unik sekaligus berdaya saing tinggi di pasar internasional. Dukungan pun mengalir dari daerah. Ketua Kadin Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, melihat peluncuran ini sebagai momentum penting untuk menyatukan langkah para pelaku usaha.
Ia mengajak seluruh pengusaha, khususnya pengelola packing house durian, untuk menggunakan logo Volcano Durian Indonesia sebagai identitas bersama. Menurutnya, kekuatan kolektif akan menjadi kunci untuk menembus pasar global yang semakin kompetitif. “Ini bukan hanya tentang branding, tetapi tentang kebersamaan kita. Dengan satu identitas, kita akan lebih kuat, lebih dipercaya, dan lebih siap bersaing,” tegasnya.
Apresiasi juga ia sampaikan kepada pemerintah dan APDURIN yang dinilai konsisten mendorong pertumbuhan sektor durian, baik di Sulawesi Tengah maupun secara nasional.
Peluncuran ini bukan garis akhir, melainkan titik awal. Sebuah gerakan nasional yang diharapkan mampu menyatukan identitas, meningkatkan nilai tambah ekspor, dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam peta durian dunia.
Dari tanah vulkanik yang subur, kini Indonesia tak hanya mengirimkan durian—tetapi juga mengirimkan cerita, identitas, dan kebanggaan ke seluruh penjuru dunia. AJI
