SULTENG RAYA – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah menyatakan, kembali mendistribusikan stok minyakita ke pasar-pasar pencatatan demi menstabilkan harga.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulteng, Jusri mengatakan, intensitas pendistribusian sempat menurun karena stok dialihkan demi memenuhi penyaluran bantuan pangan di Sulteng.

“Memang pada Maret sampai awal April minggu pertama agak lambat karena fokus untuk bantuan pangan, stok yang dibutuhkan cukup besar. Tapi kami mulai jalan sudah 10 hari kita sebar seluruh kabupaten dengan harapan menekan harga,” kata Jusri kepada awak media, Jumat (17/4/2026).

Pada saat menurunnya intensitas penyaluran minyakita di pasar, diakuinya, harga sempat melambung. Namun dirinya meyakini dengan membanjiri stok ke depan, harga akan kembali stabil.

“Kami harap bisa turun (harga minyakita, red) secepatnya. Khususnya wilayah-wilayah Kabupaten Morowali dan sekitarnya,” kata Pimwil Jusri.

Dia mengimbau kepada seluruh pedagang, khususnya yang bermitra dengan Bulog agar tunduk terhadap aturan main penjualan minyakita yakni Rp15.700 per liter. Pihaknya tidak segan untuk menindak pedagang nakal yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kami akan intens melakukan pengawasan. Kami ingin semua menjual sesuai dengan regulasi agar harga ke konsumen bisa sesuai dengan yang diharapkan pemerintah, gerakan stabilisasinya juga bisa dapat sesuai amanat Pemerintah,” tutup Pimwil Jusri. RHT