Selain itu, Wakapolri juga menyoroti pentingnya pengelolaan data yang terintegrasi.
Seluruh jajaran diminta untuk konsisten dan disiplin dalam menginput data, mengingat peran big data sangat krusial dalam mendukung analisis serta perumusan kebijakan yang tepat dan terukur.
“Basis data personel mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga instansi terkait harus terintegrasi dan saling berbagi informasi. Kolaborasi data ini penting agar negara selalu hadir dan siap dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita yang menitikberatkan pada kesiapsiagaan, efisiensi, serta optimalisasi pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan kesiapan yang matang serta langkah-langkah sederhana namun terukur, Polri diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan secara efektif.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki kerentanan terhadap dampak musim kemarau panjang.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri dan instansi terkait semakin kuat dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, sehingga dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat maupun lingkungan,”tutupnya.AMR

