Sementara lahan milik Lodi, warga Desa Olaya, rusak seluas dua hektare, dengan kerugian sekitar Rp2 juta. Total lahan terdampak mencapai lima hektare.

Meski kerugian materiil cukup signifikan, peristiwa itu tidak menelan korban jiwa. Situasi selama pemadaman berlangsung aman dan terkendali.
Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang menegaskan bahwa kebakaran lahan bukan persoalan sepele, terlebih di tengah cuaca panas dan musim kering.

Menurutnya, faktor alam dan kelalaian manusia masih menjadi pemicu utama, diperparah oleh banyaknya material mudah terbakar. “Kami turun langsung untuk memastikan api tidak meluas dan tidak mengancam permukiman warga. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan meningkatkan kewaspadaan,” tegas IPTU Noldy.

Ia juga mengakui keterbatasan sarana pemadam di wilayah pedesaan menjadi tantangan serius. Ke depan, Polsek Parigi akan meningkatkan patroli, sosialisasi pencegahan karhutla, serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah desa, TNI, dan BPBD.

Malam itu, api memang berhasil dipadamkan. Namun pesan kewaspadaan tetap menyala bahwa menjaga lahan dari bara kecil adalah tanggung jawab bersama, sebelum ia menjelma menjadi bencana besar. AJI