“Sebanyak 30 unit alkon dan APD dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan akan diarahkan ke lokasi kebakaran di Avolua dan Uwevolo. Bantuan ini akan diserahkan kepada kepala desa serta warga,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan sumber daya daerah, Pemda Parigi Moutong juga telah mengusulkan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kini masih menunggu persetujuan yang diperkirakan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan.
Opsi pemadaman dari udara menggunakan helikopter turut dipertimbangkan, mengingat luasnya area terdampak dan karakteristik medan. Namun, langkah tersebut masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Kepolisian Daerah (Polda) terkait ketersediaan dan penggunaan armada udara. “Saya juga akan berkoordinasi dengan Gubernur terkait kondisi Karhutla di dua kecamatan ini. Dalam waktu dekat, laporan akan saya sampaikan secara langsung,” kata Erwin.
Sementara itu, data sementara dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan pantauan satelit menunjukkan sekitar 90 hektare lahan terbakar. Namun, angka tersebut masih memerlukan verifikasi lapangan, terutama untuk memastikan luasan lahan milik warga yang terdampak. “Di posko tercatat sekitar 40 hektare. Karena ada perbedaan data, pendataan ulang masih terus dilakukan oleh tim di lapangan,” pungkasnya. AJI