Kemudian Materi Pelindungan Konsumen, dimana peserta diajak untuk meningkatkan pemahaman terkait hak dan kewajiban konsumen, keamanan transaksi digital, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan di era digital.
Materi ketiga adalah Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Ojek online diberi penguatan kesadaran untuk mencintai Rupiah dengan merawat dan menggunakan uang Rupiah dengan bijak. Kemudian bangga menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, serta paham dalam bertransaksi secara cerdas baik tunai maupun non-tunai.
“Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah berpandangan bahwa keterlibatan mitra ojek online dalam ekosistem keuangan digital penting mengingat intensitas interaksi mereka dengan masyarakat setiap hari. Bank Indonesia berharap mitra ojek online tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga dapat menjadi duta literasi keuangan digital yang mampu mendorong penggunaan QRIS, melindungi konsumen, serta menumbuhkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” jelas Irfan Sukarna.
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah akan terus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akseptasi sistem pembayaran digital serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. *WAN