SULTENG RAYA – Matahari menggantung terik di atas Lapangan Patriot Bambalemo, namun panas sesungguhnya datang dari tensi laga. Di sanalah, Rabu (4/2/2026), Khatulistiwa Lemusa mengakhiri perjalanannya di Gubernur BERANI Cup 2026, bukan dengan ratapan, melainkan dengan harga diri yang tetap utuh.
Tim yang seluruhnya dihuni putra daerah Parigi Moutong itu harus tersingkir usai drama adu penalti melawan Kaili Putra Kayuboko, tim bertabur bintang yang sarat pengalaman. Skor akhir tos-tosan 4–2 dari titik putih, setelah waktu normal berakhir imbang 1–1. Kekalahan yang pahit, namun pantas disebut terhormat.
Sejak peluit awal, Khatulistiwa Lemusa tampil tanpa rasa inferior. Meski tak diunggulkan, mereka menguasai babak pertama dengan permainan Spartan rapat, cepat, dan berani. Rio dan Mizan mengendalikan tempo dari lini tengah, mengalirkan bola ke trio penyerang Zidan, Arlan, dan Delon yang tanpa lelah menggedor pertahanan Kaili Putra.
Barisan belakang Kaili Putra yang dikomandoi Irfan Soyo, Ridho, Evil, dan Fail dipaksa bekerja ekstra. Kiper Darwis pun menjadi tembok terakhir, beberapa kali mematahkan peluang emas Khatulistiwa yang datang bergelombang.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-31. Wasit Rehan menunjuk titik putih setelah Darwis menjatuhkan pemain Khatulistiwa di kotak terlarang. Mizan maju sebagai algojo. Dengan dingin, ia mengirim bola ke arah yang keliru dibaca Darwis. Gol. 1–0 untuk Khatulistiwa, dan sorak penonton membelah siang Bambalemo.
Momentum nyaris berlipat. Serangan balik cepat kembali mengancam gawang Kaili Putra. Bola menghantam tiang, memantul, disambar, namun Darwis kembali sigap menepisnya. Skor 1–0 bertahan hingga turun minum, dengan Khatulistiwa di atas angin.