Serangan Bhayangkara Jurnalis kini lebih rapi dan hidup. Puncaknya hadir di menit ke-65. Berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan Hanan, bola sempat dibuang bek Bintang Timur ke sisi kiri. Namun Hanan kembali menguasai bola. Dengan satu kontrol matang, ia melepas tembakan dari jarak sekitar 20 meter. Bola melambung, mengecoh Herdi, dan bersarang di gawang. Stadion pun bergemuruh. 1-0 Bhayangkara Jurnalis.

Tertinggal satu gol, Bintang Timur meningkatkan intensitas serangan. Tekanan bertubi-tubi dilepaskan, namun Hadirun tampil kokoh di bawah mistar Bhayangkara Jurnalis, menggagalkan setiap peluang yang datang.

Drama terjadi jelang akhir laga. Sebuah insiden hands ball di dekat kotak penalti Bhayangkara Jurnalis membuat wasit Yadin menunjuk titik tendangan bebas di luar kotak. Keputusan itu memantik protes keras dari kubu Bintang Timur yang menilai pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti. Pertandingan sempat terhenti cukup lama akibat protes official dan pemain.

Namun setelah dilanjutkan, tendangan bebas terakhir gagal berbuah gol.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 1-0 bertahan hingga usai. Kemenangan ini memastikan Bhayangkara Jurnalisβ€”tim kolaborasi Polres Parigi Moutong dan Jurnalis Parigiβ€”melangkah ke perempat final.

Tantangan berikutnya sudah menanti, Oi Terminal Toboli. Bhayangkara Jurnalis membuktikan, sepakbola tak selalu tentang nama besarβ€”kadang tentang keberanian, disiplin, dan satu tembakan penentu. AJI