SULTENG RAYA- Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Prof.Dr. H. Rajindra, SE., MM hadir secara langsung Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 69 Unismuh Palu di Kabupaten Parigi Motong, Senin (2/2/2026).

Hadir mendampingi Rektor Unismuh Palu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Dr. Ahmad Yani, S.K.M., M.Kes., M.I.Kom, Sekretaris Universitas Dr. Fadli Umar, S.KM., M.Kes, Ketua  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dr. Rukhayati, SE., MM, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Monev KKN Angkatan 69 ini dipusatkan di Kampus III Unismuh Palu di Parigi, tepatnya di Desa Palawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah. Terdapat 56 mahasiswa yang melaksanakan KKN di kabupaten ini tersebar di tujuh posko, masing-masing Posko Pelawa Baru, Posko SMK Muhammadiyah, Posko Pelawa Induk, Posko Matolele, Posko Petapa, Posko Jononunu, dan Posko Binangga.

Satu persatu perwakilan posko memaparkan realisasi program kerja yang telah mereka susun sebelumnya, sekaligus melaporkan kendala pada program yang belum dapat direalisasikan. Dari pemaparan tersebut, 80 persen program kerja peserta KKN yang ditempatkan di Kabupaten Parigi telah terlaksana dengan baik.

Dari pemaparan tersebut, Prof Rajindra berharap agar para peserta KKN ini dapat merealisasikan 100 persen program kerja yang telah mereka susun sebelum dilakukan penarikan. Serta setiap program kerja itu dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar dimana mereka ditempatkan.

Prof Rajindra mengingatan, agar setiap peserta KKN bersungguh-sungguh melaksanakan program ini, karena bagian dari mata kuliah bahkan terdapat empat SKS. Kesungguhan mengikuti dan melaksanakan setiap program kerja akan menuntukan penilaian. “Penilaian itu nantinya akan mempengaruhi IPK kalian, maka kesungguhan mengikuti dan melaksanakan setiap program kerja sangat menuntukan penilaian,”ujar Prof Rajindra.

Namun dari semua itu kata Prof Rajindra, ada hal yang paling penting yang harus diperhatikan yakni  menjaga prilaku dan etika selama berada di lokasi KKN, karena itu yang paling berkesan di hati masyarakat, terlebih peserta KKN ini berasal kampus Islami. “Jaga etika dan prilaku, program fisik yang kalian lakukan itu mudah dilupakan oleh masyarakat, namun etika dan prilaku akan terus berkesan, tunjukan jika kalian dari kampus Islami,”pesan Prof Rajindra.

Ketua LPPM Unismuh Palu, Dr. Rukhayati menyampaikan, jika monitoring dan evaluasi ini wajib dilaksanakan untuk memastikan apa yang diberikan saat pembekalan dilaksanakan dengan baik oleh peserta KKN.

“Mereka ini sebelum turun KKN dilakukan yang namanya pembekalan, selanjutkan setiap posko melakukan penyusunan program kerja, nah inilah yang saat ini di evaluasi sejauh mana pelaksanaanya,”sebut Rukhayati.

Dengan harapan kata Rukhayati, semua program kerja yang mereka susun itu dapat terealisasi 100 persen sebelum penarikan, sebagaimana harapan Rektor Unismuh Palu. “Semoga terealisasi semua, apa lagi ini rata-rata sudah 80 persen, waktu masih ada, asal mereka bersunguh-sungguh insyah Allah itu bisa terelisasi 100 persen,”harap Rukhayati. ENG