Melalui bimtek ini, peserta mendapatkan pemahaman teknis mengenai mekanisme penginputan data pada sistem DTSEN, alur verifikasi dan validasi data, serta pentingnya ketelitian dalam memastikan setiap warga yang hidup di bawah garis kemiskinan dapat terdata dengan benar.
Manager program PAKAGASI, Taufik Hidayat berharap, melalui penguatan kapasitas aparatur desa ini, proses transisi dari DTKS ke DTSEN dapat berjalan efektif dan tidak menyebabkan masyarakat miskin kehilangan akses terhadap program bantuan sosial akibat kendala administratif atau ketidakterbaruan data.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong tata kelola data sosial yang lebih inklusif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Kepala Dinas Sosial Sigi, Arif mengatakan, 10 Desa ini harapannya bisa jadi pilot dalam DTSEN dari ratusan desa di Sigi.
βKita berharap semua masyarakat yang ada di Desa, di pastikan semua masuk dalam DTSEN, sehingga yang hanya membedakan adalah kategori desilnya, kita berharap kerja kerja kolaborasi ini terus kita lakukan, agar tidak ada satu orang pun yang tertinggal,βjelasnya. *WAN