Penulis: SUPRIATMO LUMUAN
Ketua KPU Kab. Banggai Kepulauan periode 2023-2028
Baru-baru ini politik nasional menghangat, ketika wacana beberapa partai yang berkeinginan mengembalikan pemilihan kepala daerah Gubernur, Bupati, dan walikota kepada DPRD. Keriuhan di ruang publik seketika menggema, yang mendukung pemilihan langsung oleh rakyat, menyatakan bahwa demokrasi adalah penghormatan pada kehendak rakyat, meninggalkan dan tak melibatkan rakyat dalam memilih pemimpin adalah menghilangkan prinsip dasar demokrasi dan semangat reformsi. Di kanal yang lain, dengan argumentasi efisiensi anggaran, serta meningginya politik uang dan terjadinya kerusakan sosiologis yang menyebabkan terganggunya keharmonisan hubungan antar warga negara, dijadikan dasar mengkaji dan mempertimbangkan ulang pemilihan lewat DPRD sebagai langkah bijak mengurai sengkarut konstestasi local saat ini.
Di ruang yang lain, litbang kompas mencoba merekam keinginan publik: apakah ingin tetap langsung atau pengembalikan pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Melalui jajak pendapat, hasilnya 77,3% publik masih menginginkan pemilihan langsung oleh rakyat, dan hanya 5,6% yang menginginkan Pemilihan lewat DPRD. 15,2% menganggap sama saja, dan 1,9 tidak tahu (Kompas,12/01/2016).
Kalau kita memperhatikan yang menarik dari issue ini adalah ketika wacana pilkada via DPRD ini dihembuskan, seketika issue ini langsung menghangat, menjadi handline hampir di semua media mainstream. Puluhan atau bahkan mungkin ratusan tulisan soal issue ini berhamburan diruang publik sebagai reaksi atas diskursus tersebut. Dan akhirnya pada Senin 19/1/2026 DPR RI membuat pernyataan bahwa revisi undang-undang pilkada belum masuk prolegnas sebagai respon terhadap keriuhaan diruang publik.
Dari peristiwa ini,menunjukkan betapa mahalnya daulat rakyat, ketika dia coba dipindahkan dari standing position rakyat kepada lembaga negara (DPRD) untuk memilih pemimpin, maka seketika itu reaksi penolakan bermunculan. Oleh karena itu, tulisan ini lebih menyelami secara substansi kenapa begitu mahalnya daulat rakyat dalam kehidupan demokrasi kita.
Napasnya Demokrasi