“Kalau dilihat dari depan, memang kelihatannya taman yang mengelilingi gedung. Tapi di situ ada kolam, termasuk kolam terapi di samping gedung. Jadi pekerjaan landscape itu mengikuti bentuk bangunan,” ujar Sakti kepada wartawan.

Menurutnya, seluruh pekerjaan telah disesuaikan dengan perhitungan anggaran yang tersedia. Ia menilai, bobot pekerjaan yang dibiayai memang sebatas itu dan tidak ada item yang dikerjakan di luar perencanaan. “Soal bobot pekerjaan, memang sudah seperti hitungannya. Jadi kalau saya melihatnya, yang dibiayai memang itu,” katanya.

Terkait sorotan kondisi rumput yang tampak belum rata, Sakti mengakui sempat mempertanyakannya. Namun secara teknis, metode penanaman tersebut dinilai wajar. “Awalnya saya juga bertanya, kenapa rumputnya kotak-kotak satu meter. Tapi memang secara teknis, penanaman rumput gajah dilakukan satu-satu seperti itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut bersifat sementara. Dalam beberapa bulan ke depan, rumput akan tumbuh dan menutup seluruh area yang ditanami. Soal keterlambatan pekerjaan, Sakti menyebut faktor utama berasal dari progres pembangunan gedung induk layanan perpustakaan.

Landscape baru dapat dikerjakan setelah pekerjaan struktur gedung rampung, karena sebelumnya area tersebut masih dipenuhi material dan besi konstruksi. “Landscape itu berada di sekitar gedung. Kalau gedung belum selesai, tidak mungkin landscape bisa dikerjakan. Masih ada pekerjaan struktur dan material,” ungkapnya.

Ia mengakui, kondisi tersebut membuat pekerjaan landscape melewati batas waktu kontrak. Meski demikian, penyedia jasa tetap dikenakan denda, meskipun nilainya relatif kecil. “Dendanya memang kecil, tapi tetap dikenakan. Penyedia memahami karena kondisi gedung memang belum memungkinkan landscape dikerjakan lebih cepat,” ujarnya.

Sakti pun menyimpulkan, apabila pembangunan gedung dapat selesai sesuai jadwal pada 14 Desember lalu, maka pekerjaan landscape diyakini tidak akan mengalami keterlambatan. “Kalau gedung selesai tepat waktu, sebenarnya tidak ada masalah. Tapi karena ada kendala teknis di gedung, landscape ikut terdampak,” pungkasnya. AJI