Babak kedua berjalan dengan skenario yang nyaris sama. Berlian tetap menguasai permainan, Oi Terminal bertahan dengan disiplin. Selain Made Astika, lini belakang yang dikawal Ifal, Fey, dan Sahrul Gunawan tampil solid, mematahkan satu demi satu serangan lawan.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-71, Berlian mendapat hadiah penalti setelah salah satu pemain Oi Terminal melanggar di kotak 16. Moh. Reza yang maju sebagai eksekutor sukses menyamakan kedudukan. Skor 1-1 tak berubah hingga waktu normal berakhir.
Tanpa perpanjangan waktu, laga langsung ditentukan lewat adu pinaltiβsebuah panggung yang menuntut mental baja. Oi Terminal tampil lebih siap. Haikal, Rian, Arfa, dan Ifal sukses menunaikan tugasnya. Satu penendang, Nanto, memang gagal, namun keunggulan sudah cukup.
Di kubu Berlian, hanya Moh. Reza dan Asdiansyah yang berhasil mencetak gol. Eksekusi Muh. Radith dan Muh. Irfan gagal menemui sasaran, sementara Suwanto tak lagi mendapat giliran karena selisih sudah tak terkejar.
Ketika penalti penentu bersarang, Oi Terminal pun merayakan kemenangan. Dari dominasi lawan, dari tekanan panjang, mereka bertahanβdan akhirnya melangkah. Babak perempat final kini menanti, dan Oi Terminal telah membuktikan satu hal: di sepakbola, ketenangan sering kali lebih berharga dari sekadar penguasaan bola. AJI