SULTENG RAYA-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu mengutus Empat Altet Tapak Suci terbaiknya mengikuti Tournament Pencak Silat Militer Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira 2026 yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 8 Februari 2026 di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK), Kota Palu.

Keemat Atlet tersebut masing-masing Moh. Kamil (FKIP), Tio Prasetyo (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Tri Candra RH Aluy (FKIP), dan Moh.Ridho Satya (Fakultas Teknik) serta didampingi seorang Pelatih yakni Magfirah Jaslin.
Keempat Atlet dan seorang pelatih tersebut dilepas langsung oleh Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM didampingi oleh Kepala Biro Kemahasiswaan Abdul Salam, S.Pd., M.Pd di ruang kerja Rektor, Sabtu (31/6/2026).
Dalam pelepasan itu, Prof Rajindra menitipkan sejumlah pesan agar para atlet mengedepannya profesionalitas dan sportifitas dalam bertanding, tidak mengejar kemenangan dengan cara menghalalkan berbagai macam cara sampai curang. “Apa arti sebuah kemenangan jika diraih dengan kecurangan. Lebih baik pulang tanpa medali, tetapi kalah dengan cara yang terhormat,” tegas Prof Rajindra.
Prof Rajindra juga mengingatkan, bahwa atlet profesional harus mampu mengontrol emosi dan tidak mudah terpancing provokasi. Menurutnya, lawan bertanding bukanlah musuh, melainkan kawan dalam arena pertandingan.
“Anggap lawan sebagai sahabat bertanding. Dengan begitu, setelah pertandingan tidak ada beban moral yang tersisa, justru silaturahmi antar atlet semakin kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Rajindra mengingatkan para atlet agar senantiasa menjaga marwah Unismuh Palu dan Persyarikatan Muhammadiyah. Ia mendorong para atlet untuk menunjukkan sikap santun, termasuk saling meminta dan memberi maaf usai pertandingan.
“Jika perlu setelah bertanding, saling meminta maaf dan memaafkan. Tunjukkan bahwa kalian adalah warga Unismuh Palu dan warga Muhammadiyah. Jaga nama baik organisasi,” pesannya.
Menutup wejangannya, Prof Rajindra meminta kepada para atlet untuk mengikuti arahan pelatih. Sebagai pelatih katanya, tentu memiliki pengalaman yang jauh lebih dari pada para atlet, karena tidak mudah menempati posisi sebagai pelatih. “Pelatih itu lebih jeli, jadi dengar arahannya, sekalipun pelatihmu perempuan,”ujar prof Rajindra.
Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan Unismuh Palu, Abdul Salam, menyampaikan bahwa atlet yang diutus merupakan atlet berpengalaman dengan jam terbang yang cukup tinggi di berbagai level kompetisi.
“Mereka ini sudah memiliki pengalaman bertanding yang panjang. Selain alumni SMANOR, mereka juga telah mengikuti berbagai kejuaraan, sehingga secara mental dan teknis sudah cukup matang,” ujar Abdul Salam, yang diamini oleh pelatih Magfirah Jaslin. ENG