“Ada daerah yang tidak kita intervensi karena pemerintah kabupatennya sudah menjalankan program beasiswa yang sama. Jadi kita saling menyesuaikan,” jelasnya.

Program Berani Cerdas dirancang untuk membantu pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, SLB, hingga perguruan tinggi, khususnya dalam pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hingga akhir tahun ini, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp84 miliar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Pelaksanaan Berani Cerdas dilakukan di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas, mengingat APBD telah ditetapkan sebelum pemerintahan BERANI berjalan. Untuk memastikan program tetap terlaksana, pemerintah provinsi melakukan efisiensi belanja aparatur, termasuk perjalanan dinas dan belanja operasional, agar anggaran dapat dialihkan ke sektor prioritas.

Dalam sembilan bulan pelaksanaan, Berani Cerdas dinilai telah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlanjutan pendidikan dan menekan potensi angka putus sekolah. Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah provinsi dalam membangun sumber daya manusia dan menurunkan angka kemiskinan.

Berani Cerdas merupakan bagian dari Sembilan Program BERANI yang menjadi fondasi kebijakan pembangunan Sulawesi Tengah. Bersama program Berani Sehat, Berani Cerdas menjadi dua program yang telah berjalan penuh dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dalam tahun pertama pemerintahan. **WAN