“Ini tanggung jawab seorang Gubernur. Tidak boleh ada alasan anak-anak Sulawesi Tengah tidak sekolah, baik SMA, SMK, maupun SLB. Tidak ada lagi pungutan, jangan halangi anak sekolah hanya karena tidak punya seragam. Pemerintah wajib memfasilitasi rakyatnya untuk belajar,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan komitmennya mendukung akses pendidikan tinggi melalui beasiswa, baik jalur prestasi maupun afirmasi bagi keluarga kurang mampu. Ia menargetkan setiap desa di Sulawesi Tengah kelak memiliki minimal satu dokter.

Selain itu, pemerintah provinsi telah menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam bidang teknik metalurgi industri untuk membuka peluang kerja bagi lulusan di kawasan industri besar seperti Morowali.

“Mensarjanakan anak-anak Sulawesi Tengah adalah cita-cita kita. Jangan berpikir tidak bisa kuliah. Pemerintah akan mendukung, bahkan hingga ke luar negeri dengan skema kuliah sambil bekerja,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Anwar Hafid turut didampingi Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, ST., MT., serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Yudiawati V. Windarrusliana, SKM., M.Kes.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan mutu pendidikan di Banggai Kepulauan, sekaligus mempertegas arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mewujudkan generasi cerdas, berdaya saing, dan berkarakter. *WAN