RAYA – Pascaerupsi Gunung Ruang yang berlokasi di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara pada selasa (30/4/2024) subuh pukul 03.35 wita, segera menyiapkan rencana kontingensi dalam mendukung ketersediaan listrik dan bantuan di lokasi bencana. Dalam penyusunan rencana, PLN pun berkoordinasi penuh bersama Posko Bencana Alam Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Satuan Tugas Posko Bencana Alam Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat koordinasi pada Rabu (1/5/2024) di kantor Gubernur Sulawesi Utara yang juga menjadi lokasi Posko Bencana Alam Erupsi Gunung Ruang. Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Steve Kepel didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Denny Mangala dan Komandan Korem 131/Santiago, Brigjen TNI Wakhyono.

Rapat juga dihadiri Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Utara, Evans Steven Liow, Kepala Subdirektorat Fasilitasi Penyelamatan dan Evakuasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (, Gatot Satria Wijaya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Adolf Tamangkel, Kabag Apk Kuwil Lantamal Vlll Manado, Letkol Laut (S) Rekso Nuryono, Perwakilan Basarnas Manado, Ludi Yanto dan Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Husein Sobri.

Wakhyono menyampaikan, dukungan penuh PLN sangat dibutuhkan dalam upaya menormalkan kembali aktivitas posko pengungsi di Tagulandang. “Kami membutuhkan PLN untuk dapat mendukung penyediaan listrik yang tentu saja akan berdampak pada stabilitas posko pengungsi yang ada di Tagulandang,” ucap Wakhyono.

Tidak sebatas itu saja, ia menyampaikan bahwa dukungan listrik akan mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat khususnya perekonomian di Tagulandang. “Kita perlu mengantisipasi pemulihan kondisi di Tagulandang di mana pulihnya kelistrikan berperan penting dalam mempercepat pemulihan aktivitas perekonomian di Tagulandang,” kata Wakhyono.

Husein Sobri pun menyampaikan, langkah PLN UID Suluttenggo sebagai respon untuk memulihkan segera sistem kelistrikan yang ada di Pulau Tagulandang. Salah satunya dengan memastikan keamanan di lokasi pekerjaan. “Tentunya kami perlu memastikan keamanan di Tagulandang dahulu agar rekan-rekan kami dapat bekerja dengan optimal dalam memastikan sistem kelistrikan segera pulih,” ucap Sobri.

Ia menyampaikan, PLN dalam proses melakukan pendataan terkait dampak erupsi pada instalasi jaringan PLN serta melakukan penyediaan material sambil terus memantau kondusifitas di lokasi pekerjaan. “Kami terus mematangkan persiapan tim kami dengan semua material yang dibutuhkan. Total kami menerjunkan 104 petugas tim tanggap darurat yang merupakan gabungan petugas dari beberapa unit operasional kami,” sebut Sobri.

Ditemui di tempat terpisah, General Manager PLN UID Suluttenggo, Ari Dartomo menyampaikan, pihaknya terus all out dalam memastikan sistem kelistrikan dapat pulih secepatnya dengan terus memantau kondusifitas dan keamanan di lokasi erupsi. “Dengan terus memantau keamanan di lokasi pekerjaan di Tagulandang, kami berkomitmen untuk dapat memulihkan kelistrikan yang ada sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujar Dartomo.*/HJ