RAYA – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako (), Prof. Dr. Muhammad Khairil, M.Si., M.H., mengharapkan kepada masyarakat pemilih agar menerima hasil yang sudah dikelola oleh sistem demokrasi demi suasana yang kondusif.
Masyarakat diminta menghilangkan segala prasangka buruk jika yang terpilih tidak sesuai harapan.
Menurutnya semua calon punya kekurangan dan kelebihan, sama seperti manusia pada umumnya, yang dibutuhkan kedepan adalah kerja sama. Agar tercipta persatuan demi pembangunan dan kesejahtraan bersama.
“Siapapun yang terpilih mari kita hormati sebagai hasil dari sebuah demokrasi, dan tidak perlu lagi saling menyalahkan. Baiknya kita kembali bersatu, lalu berpikir menang dan kalah merupakan resiko dari kontestasi. Maka tidak perlu merasa kekalahan harus menimbulkan reaksi dan kekuatan tertentu untuk membatalkan hasil pemilihan. Jangan sia-siakan hak suara yang harus kita salurkan, karena suara kita akan menentukan Indonesia di masa depan,”sebutnya saat ditemui di ruang Dekan Fisip Untad, Selasa (13/2/2024).
Prof Khairil menambahkan, bahwa media berkontribusi dalam membangun pengaruh persepsi masyarakat terhadap aktor politik. Objektivitas media tampak menurun pada suasana politik saat ini.
Namun penurunan objektivitas itu masih terbilang lumrah jika diukur berdasarkan yang diberikan sesuai dengan kebenaran.
“Menurut saya, paling tidak diukur dari kebenaran informasinya. Kalau baru kita pertanyakan medianya. Tetapi kalau informasinya benar, maka silahkan saja. Misalnya media ini mendukung salah satu kandidat, sehingga berita yang termuat hanya seputar itu. Mungkin objektivitasnya berkurang, tetapi kebenaran informasinya tetap bisa diterima,”sebutnya.
Kemudian masyarakat memiliki hak memilih berdasarkan alasan apapun itu. Khairil menyampaikan bahwa ketika individu telah menentukan, maka intensitas media sudah tidak lagi berpengaruh. Kecuali pemilih yang masih bingung dan harus membutuhkan informasi tambahan, maka dia harus mencari referensi terkait kandidat pilihan. MG1