RAYA- Universitas Muhammadiyah () , tahun ini kembali berhasil mengirim mahasiswanya tergabung dalam barisan atlet yang mengikuti Pekan Olahraga Nasional (POMNAS) XVIII di Kalimantan Selatan pada 12-22 November 2023 mendatang.

Kali ini atlet yang dikirim berasal dari Fakultas Teknik, Prodi Teknik Sipil bernama Ahmad Rifaldy, semester I pada cabang olahraga Takraw dibawah binaan pelatih Sardiman.

Ahmad Rifaldy nantinya akan bergabung dengan atlet cabang olahraga Takraw Universitas Tadulako ().

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan AIK Unismuh Palu, Dr. Moh Yusuf Hasmin, S.H., M.H mengatakan, kali ini kampus biru hanya dapat mengirim satu atlet, berbeda dari tahun sebelumnya dapat mengirim dua atlet. Hal itu disebabkan karena terkendala dana pembinaan.

“Kita ini adalah kampus swasta, dana untuk pembinaan olahraga itu sangat terbatas, berbeda tentunya dengan kampus negeri, dana pembinaan olahraganya cukup besar, sehingga wajar jika mereka mampu mengirim puluhan atlet,”sebut Yusuf Hasmin, saat ditemui pada Pelepasan Kontingen Atlet Sulteng pada POMNAS XVIII, Kalimantan Selatan, Kamis (9/11/2023) siang di Aula Fakultas Kedokteran Untad.

Untuk itu, Ia berharap pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tengah dapat mengalokasikan anggaran pembinaan atlet dibawah pembinaan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Sulteng sebagaimana pada Komite Olahraga Nasional Indonesia () Sulteng.

Mengingat tidak sedikit bibit-bibit atlet Sulawesi Tengah di tingkat mahasiswa berada dibawah binaan BAPOMI Sulteng yang juga telah mengharumkan nama provinsi ini di kancah nasional. Namun selama ini pembinaanya hanya mengandalkan pendanaan dari internal perguruan tinggi masing-masing. “Kalau hanya mengandalkan pendanaan dari internal perguruan tinggi masing-masing itu sangat sulit, apa lagi kalau di perguruan tinggi swasta,”ujarnya.

Sementara katanya, saat para atlet itu bertarung bukan hanya membawa nama perguruan tinggi asal mereka, melainkan juga adalah nama baik provinsi ini yakni Sulawesi Tengah.

“Kalau mau banyak lagi atlet yang bisa dibawah BAPOMI Sulteng ke POMNAS, ya harus pemerintah daerah bisa memberikan dana pembinaan, terutama bagi atlet-atlet mahasiswa dari perguruan tinggi swasta itu, karena bakat mereka juga tentu tidak kalah dengan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri, hanya saja ini masalah kesempatan dan pembinaan,”jelasnya. ENG