RAYA-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah bersama Rektor Universitas Muhammadiyah () bersepakat menolak dan menangkal isu hoax, ujaran kebencian, politisasi SARA, intolerensi, radikalisme, dan politik identitas.

Kesepakatan itu terbangun melalui pertemuan yang dilakukan oleh Pengurus PWI Sulawesi Tengah dengan Rektor Unismuh Palu berserta jajarannya, Sabtu (21/10/2023).

Sekretaris PWI Sulteng, Temu Sutrisno mengatakan, sebagai organisasi profesi wartawan, PWI memiliki tanggungjawab moral untuk melakukan kepada masyarakat, sekaligus sebagai kontrol di masyarakat, termasuk di dalamnya adalah masyarakat akademis.

Terlebih katanya, dalam kurun waktu empat bulan kedepan, suhu politik jelang pemilihan umum 2024 memanas, masyarakat harus bisa di edukasi dalam menggunakan media sosial, harus bisa cerdas memilah dan memilih, memastikan kebenaran sebelum disebarluaskan. “Kita harus saring sebelum sharing informasi itu,”jelas Temu Sutrisno.

sebut Temu, sebagai pengguna media sosial harus cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial, jangan sampai tersandung hukum hanya karena kurang bijak dalam memanfaatkan media sosial. “Hal-hal seperti ini yang harus diedukasikan ke mahasiswa,”sebut Temu.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua PWI Bidang Hukum, Udin Salim menambahkan, bahwa masyarakat harus bisa membedakan berita hasil tulisan wartawan dan yang bukan tulisan wartawan. Saat ini katanya masyarakat banyak terjebak hanya sekadar melihat dan membaca informasi dalam bentuk tulisan dan sudah dianggap kalau itu hasil tulisan wartawan, lalu disebar luaskan.

“Bagus kalau itu informasi tidak mengandung hoax, yang berbahaya kalau itu mengandung hoax dan sudah terlanjur disebar luaskan melalui media sosial, akibatnya kita yang menyebarkan juga kena (hukum),”sebut Udin Salim.

Untuk itu, Ia berharap masyarakat termasuk mahasiswa untuk lebih berhati-hati jelang pesta demokrasi seperti saat ini, tidak sedikit pihak-pihak tertentu memproduksi informasi hoax dan memancing masyarakat untuk menyebarluaskan. “Untuk itu, kita harus cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial,”sebutnya lagi.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. , SE., MM menyambut kehadiran para pengurus PWI Sulteng itu, dan menyatakan siap untuk menjalin kerjasama dan bersama-sama mengkampanyekan kedaulatan dan -nilai kebangsaan dalam media multi platform.

“Dosen dan mahasiswa memang perlu diberi pemahaman terkait media, apalagi ini jelang pemilu, banyak informasi hoax bersebaran di media sosial, jadi harus cerdas memilah dan memilih mana informasi yang benar dan mana yang hoax,”sebut Prof Rajindra. ENG