RAYA – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel), Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso, melakukan kunjungan kerja ke dalam rangka meninjau kondisi keamanan wilayah operasi pertambangan terintegrasi () di Sorowako, Luwu Timur, Sabtu dan Ahad (25-26/6/2023).

Kapolda Sulsel mengatakan, lawatan ini adalah pertama kalinya dan akan menjadi agenda prioritas.

“Datang ke Luwu Timur adalah salah satu prioritas utama Polda untuk memastikan kondisi tetap kondusif mendekati , terutama di Luwu Timur saya diminta memonitor secara berkala keamanan Objek Vital Nasional,” ujarnya.

Kapolda dan rombongan meninjau proses pertambangan dari hulu ke hilir. Dimulai dari fasilitas persemaian atau Nursery, proses pengangkutan bijih yang berdampingan langsung dengan area reklamasi aktif di Bukti Solia, keliling melihat fasilitas alat pemrosesan nikel di Process Plant, dan terakhir ke Danau Matano.

Dari serangkaian kunjungan tersebut, Kapolda mengaku takjub melihat upaya pemulihan lingkungan yang berjalan dengan sangat cepat.

“Rombongan sudah survei di beberapa tempat dan sudah cukup meyakinkan bahwa sistem sudah berjalan dengan sangat baik. Saya lihat kegiatan-kegiatan pertambangan terkoordinir dengan baik, keselamatan karyawan diperhatikan, tidak ada pencemaran limbah, tidak ada penelantaran lahan yang sudah digali. Berbagai macam jenis bibit tanaman juga dipersiapkan untuk jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Senin (26/6/2023).

Kapolda bercerita, dari pengalaman meninjau proyek di berbagai daerah tempatnya bertugas, dia sering menemukan masalah dari kehadiran proyek. Tapi di PT Vale semua dilihatnya tertata dengan rapi.

“PT Vale mampu memetakan dan mengelola dampak-dampak lingkungan dengan baik. Sangat patut jadi contoh untuk standar pengelolaan limbah bagi perusahaan lain. Saya beberapa kali mengunjungi proyek, biasanya kalau ada proyek misalnya di Kalimantan banyak saya temui  jalan berlubang karena tidak diperhatikan,” ungkapnya.

Terkait tenaga kerja juga diapresiasi oleh kapolda. Saat ini, persentase karyawan dengan warga negara Indonesia mencapai 99,8 persen  dari 2.934 karyawan, dan  didominasi talenta lokal dari Kabupaten Luwu Timur.

Kapolda menyebut, PT Vale telah memberikan proporsi yang adil. “Sudah berimbang, porsi antara penduduk lokal dan putra-putri Sulsel. PT Vale serius menyiapkan SDM lokal, saya lihat tadi ada sekolah-sekolah untuk mendukung keterampilan masyarakat agar siap bekerja di Vale. Tadi di lapangan pekerja asing hanya ada beberapa, ini sangat luar biasa membanggakan, itu artinya PT Vale mengangkat sekitar dan negara,”katanya.

Kapolda juga memuji kemampuan PT Vale mendukung produk lokal. “Saya tadi mencicipi jus Dengen, dan cemilan. Saya kira ini bisa mengangkat perekonomian, masyarakat jadi kreatif menghasilkan makanan dan minuman untuk bisa dikonsumsi. Produk tadi tidak ditemukan di daerah lain, karena pohon endemik dijadikan minuman, dilakukan pengemasan yang bagus, ada sertifikat halal,”ujarnya.

Kapolda ikut mengomentari proyek pengembangan PT Vale. Dia berpesan agar proyek pengembangan dijalankan dengan sinergi yang baik seperti yang terjalin di Luwu Timur.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO), Abu Ashar pada kesempatan tersebut saat me rombongan Kapolda menyampaikan apresiasi dari manajemen. Dia juga meminta dukungan Kapolda Sulsel untuk kelancaran beberapa target operasi PT Vale baik proyek pengembangan di tiga provinsi, proyek penurunan emisi karbon, program UMKM, dan pemberdayaan pemimpin lokal.

“Suatu kebanggaan bagi Manajemen PT Vale kedatangan rombongan Polda Sulsel untuk melihat bagaimana kami memproduksi nikel. Kami siap menerima kunjungan Anda kapan saja. Bagi manajemen, kehadiran rombongan sangat , ini adalah bentuk dukungan terhadap operasi kami di Sorowako,” katanya. RHT