SULTENG RAYA- Sejumlah Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Dosen pendamping penyusunan proposal PKM wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) XVI (Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah) berkumpul di Universitas Muhammadiyah () , melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Program Kreativitas (PKM) 2023.

Suasana pelaksanaan pembukaan Bimtek Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023. Foto: Humas

Bimtek tersebut dilakukan guna mendorong peningkatan jumlah proposal PKM yang lolos di wilayah LLDIKTI XVI, pasalnya dua tahun terakhir jumlah proposal PKM yang lolos di wilayah itu hanya lima. “Semoga melalui Bimtek ini, bisa meningkat dari lima menjadi 25 bahkan 35 proposal PKM yang lolos,”sebut Ketua APTISI Sulteng, sekaligus Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, saat membuka Bimtek mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Selasa (14/2/2023).

Prof Rajindra berharap, selama kegiatan itu berlangsung, Dosen pendamping penyusunan proposal PKM betul-betul bisa memperhatikan pemateri, agar nantinya bisa mengimplementasikan hasil Bimbingan Teknis itu saat penyusunan proposal PKM.

Dimana kali ini, LLDIKTI XVI telah menghadirkan seorang review sekaligus salah seorang juri proposal PKM 2023 yakni Dr. Lutfi. “Olehnya mohon diperhatikan apa yang disampaikan oleh Dr. Lutfi, karena yang dihadirkan ini tidak main-main, beliau adalah review sekaligus salah seorang juri proposal PKM 2023,”harap Prof Rajindra.

Hal yang sama disampaikan oleh  Ketua Pokja Kemahasiswaan LLDIKTI XVI, Hariyanto T. Huntua, SE.,MM, yakni keseriusan peserta Bimtek, pasalnya ada beberapa teknis dalam penyusunan proposal PKM ternyata sangat menentukan yakni Judul, Tandatangan, Spasi, dan sebagainya.

Jika hal-hal tersebut sudah tidak tepat, maka dipastikan proposal yang dikirim tidak akan diperiksa lagi. “Proposal itu ribuan yang masuk, maka sedikit saja kekeliruan yang kita buat di proposal, maka sudah pasti itu sudah tidak diperiksa lagi, untuk itu keseriusan dalam bimtek ini sangat penting,”tekan Hariyanto. ENG