SULTENG RAYA- Universitas Tadulako secara resmi membuka pendaftaran Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Tahun Akademik 2026/2027 untuk jenjang Sarjana (S1), Sarjana Terapan, dan Diploma Empat (D4).

Pendaftaran dilakukan secara daring dan telah dibuka mulai tanggal 19 Mei sampai dengan 8 Juni 2026 melalui laman resmi admission.untad.ac.id. Pelaksanaan ujian seleksi dijadwalkan berlangsung tanggal 10 hingga 22 Juni 2026 dengan sistem Computer Based Test (CBT). Sementara hasil seleksi akan diumumkan tanggal 7 Juli 2026 pukul 16.00 WITA melalui akun masing-masing peserta.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untad selaku Ketua Tim Pelaksana, Prof. Dr. Eng. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc dihadapan sejumlah wartawan mengatakan, dalam jalur seleksi mandiri tahun ini pihak panitia telah membuka sebanyak 65 program studi untuk jenjang S1, Sarjana Terapan, dan D4. “Pada dasarnya seluruh program studi terbuka dalam jalur SMMPTN ini. Namun, besaran kuota tiap program studi bergantung pada sisa daya tampung dari jalur SNBP dan SNBT,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, total kuota sementara yang tersedia mencapai 2.413 kursi. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah dengan memanfaatkan sisa kuota dari calon mahasiswa jalur SNBT yang tidak melakukan daftar ulang. Selain itu, Untad juga menerapkan kebijakan khusus dengan membatasi pendaftar hanya bagi lulusan tahun 2023, 2024, 2025 dan 2026. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan Permenristekdikti Nomor 62 Tahun 2023 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru.

“Aturan nasional lainnya juga tetap berlaku, seperti peserta yang sudah lulus SNBP 2026 maupun yang telah registrasi SNBT tidak diperkenankan mengikuti jalur mandiri,” kata Andi Rusdin.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana SMMPTN, Sukirman, S.Kom., M.MSi menambahkan, Untad tetap menyediakan jalur afirmasi dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Menurutnya, kuota afirmasi dialokasikan sebesar 10 persen dari total kuota yang tersedia. Jalur tersebut mencakup afirmasi pemerintah daerah, baik tingkat provinsi, Kota Palu maupun kabupaten, afirmasi civitas akademika Untad, serta beberapa skema afirmasi lainnya.