Oleh: Hasni
(Dosen Poltekkes Kemenkes Palu)
Di tengah upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal, peran Puskesmas dan layanan kesehatan dasar menjadi sangat penting. Namun, dibalik keberhasilan program kesehatan tersebut, terdapat sosok yang bekerja secara langsung di tengah masyarakat dan menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dengan warga, yaitu kader kesehatan.
Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Mereka bukan hanya relawan, tetapi juga mitra tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi, pemantauan, serta pendampingan kepada kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Kedekatan kader dengan masyarakat membuat informasi kesehatan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peran mereka menjadi semakin penting ketika dihadapkan pada masalah preeklamsia yang masih menjadi salah satu penyebab utama komplikasi kehamilan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Preeklamsia pada ibu hamil bukan sekadar persoalan individu, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat yang dapat berdampak serius bagi ibu dan janin. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada usia kehamilan di atas 20 minggu yang dapat disertai proteinuria. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi berat seperti kejang, persalinan prematur, bahkan kematian ibu dan bayi. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024 terdapat 43 kasus preeklamsia, dengan jumlah tertinggi berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Baolan sebanyak 13 kasus. Salah satu kasus tersebut berasal dari Kelurahan Nalu. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini di masyarakat masih sangat diperlukan.
Menyadari urgensi tersebut, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Poltekkes Kemenkes Palu melalui Program Studi D-III Keperawatan Tolitoli mengambil langkah nyata berupa Pelatihan Kader Kesehatan tentang Deteksi Dini Risiko Preeklamsia pada Ibu Hamil melalui Digitalisasi Kartu Skor Dhiana Setyorini (KSDS) Berbasis Aplikasi Android di Kelurahan Nalu, wilayah kerja UPT Puskesmas Baolan.