SULTENG RAYA – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Tengah berlangsung penuh semangat dan optimisme di Grand The Sya Palu, Minggu (5/5/2026). Mengusung tagline “Demokrat Menang, Sulteng Nambaso”, forum konsolidasi terbesar Partai Demokrat di Sulawesi Tengah itu menjadi momentum penguatan mesin partai menuju kemenangan besar pada Pemilu 2029.

Musda V Demokrat Sulteng dihadiri langsung Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara virtual dan jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang hadir langsung, di antaranya Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, serta Wakil Bendahara DPP Partai Demokrat, Felix Susanto.

Turut hadir Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan, Sekretaris 1 Simade Ras Edi Astawa, Sekretaris 2 MP Simanjuntak, Ketua Deputi Wilayah Gustaf Tamo Mbapa, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah Erbe, Ketua Srikandi Demokrat Sulawesi Tengah Sri Nirwanti Bahasoan, seluruh Ketua DPC Demokrat dari 13 kabupaten/kota, hingga anggota DPRD Partai Demokrat se-Sulawesi Tengah.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tampil membakar semangat kader lewat pidato politik yang menekankan pentingnya persatuan, modernisasi partai, dan keberpihakan nyata kepada rakyat.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyebut Musda V Demokrat sebagai momentum kebangkitan besar Partai Demokrat di Sulawesi Tengah. Ia mengungkapkan pesan khusus Ketua Umum Partai Demokrat yang meminta seluruh kader menjadikan momentum ini sebagai titik awal lompatan politik yang lebih kuat menghadapi Pemilu 2029.

“Dulu kita bukan siapa-siapa. Tapi hari ini Demokrat sudah sejajar dengan partai-partai besar di Sulawesi Tengah. Ini harus menjadi energi baru untuk terus bergerak dan menang,” ujar Anwar Hafid disambut tepuk tangan kader.

Anwar menegaskan, kemenangan Demokrat ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kerja konvensional. Ia mulai mendorong transformasi partai berbasis data dan digitalisasi. Menurutnya, seluruh struktur partai harus mulai membangun data kepengurusan dan data keanggotaan yang terintegrasi secara digital agar kekuatan politik Demokrat dapat dipetakan dengan akurat.

Ia bahkan mengungkap keberhasilan strategi “silent movement” saat Pilkada lalu yang bekerja menggunakan pendekatan digital dan pemetaan data lapangan secara senyap namun efektif. Strategi itu, kata dia, menjadi salah satu faktor penting yang mampu mengubah peta politik hingga menghasilkan kemenangan meski sebelumnya dianggap tidak diunggulkan. “Ke depan kita tidak bisa lagi bekerja tanpa data. Semua harus terdigitalisasi. Politik modern membutuhkan data yang kuat dan kerja yang terukur,” tegasnya.

Tak hanya bicara soal konsolidasi partai, Anwar Hafid juga memaparkan berbagai program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menurutnya menjadi bukti nyata keberpihakan Demokrat kepada rakyat.

Melalui program “Berani Cerdas”, Pemprov Sulteng saat ini membiayai beasiswa bagi sekitar 23 ribu mahasiswa setiap tahun. Anwar memperkirakan hingga 2029 jumlah penerima manfaat akan mencapai sekitar 150 ribu mahasiswa di seluruh Sulawesi Tengah.