SULTENG RAYA  – Menjadi guru di era sekarang ternyata punya tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar memastikan siswa hafal rumus atau jago membaca.

Menurut Safrudin, S.Pd., M.Pd., seorang pengajar di SDN 25 Banawa, esensi pendidikan yang paling dalam justru terletak pada hal yang sering kali tidak tertulis di buku teks yaitu inspirasi dan keteladanan. Bagi Safrudin, mengajar dengan cara yang hebat di dalam kelas memang penting. Namun, itu barulah setengah dari tugas seorang pendidik.

Baginya, guru sejati adalah mereka yang kehadirannya mampu menyalakan semangat di dalam diri siswa-siwanya. “Guru itu mestinya bisa menginspirasi, bukan cuma transfer ilmu kepada siswa. Jadi guru jangan cuma jago di depan kelas saja,” ujar Safrudin saat berbincang mengenai makna pembelajaran mendalam.

Menurutnya, anak-anak adalah pengamat yang sangat tajam. Mereka tidak hanya mendengarkan apa yang diucapkan gurunya, tapi lebih banyak memperhatikan apa yang dilakukan oleh guru tersebut. Itulah mengapa ia sangat menekankan bahwa guru harus menjadi ‘role model’ atau contoh nyata bagi anak didiknya.