SULTENG RAYA – Suasana di Kelurahan Kampal terasa lebih hidup dari biasanya. Warga berkumpul, bukan sekadar untuk mendengar, tetapi untuk menyampaikan langsung apa yang selama ini mereka rasakan—tentang hidup yang belum sepenuhnya layak, tentang harapan yang menunggu diperjuangkan.
Di tengah kerumunan itu, Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PKS, Muhammad Basuki yang akrab disapa Uky duduk mendengar satu per satu keluhan. Reses yang dijalaninya pada Masa Persidangan 2026 ini menjadi ruang terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat.
Dari cerita warga Kampal, tergambar persoalan yang tak ringan. Masih ada keluarga yang hidup di rumah tidak layak, bahkan harus menumpang. Lampu Jalan Umum (PJU) banyak yang padam, membuat malam terasa lebih gelap dan rawan. Sementara nelayan berharap bantuan perahu dan mesin agar tetap bisa bertahan di tengah keterbatasan.
Di tengah derasnya aspirasi itu, Uky tak hanya mencatat. Ia merespons cepat—terutama untuk para lansia. Bantuan tunai disalurkan langsung sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang selama ini merasa belum tersentuh. “Ini bentuk kepedulian spontan untuk orang tua kita di Kampal. Sementara untuk rumah layak huni dan PJU, akan saya kawal agar menjadi prioritas penanganan,” ujarnya.
Langkah itu menjadi penanda bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga ruang aksi. Perjalanan Uky kemudian berlanjut ke Desa Sumbersari. Di desa ini, suasana berbeda terasa—lebih berorientasi pada harapan dan produktivitas. Di hadapan kelompok tani, ia menyerahkan 1.000 bibit kakao sambung pucuk, sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi berbasis pertanian.