SULTENG RAYA – Di sudut pelayanan Puskesmas Lompe Ntodea Kecamatan Parigi Barat, sebuah perangkat tampak berbeda dari biasanya. Bukan sekadar alat kesehatan, tetapi simbol perubahan—sebuah langkah maju yang mengubah cara masyarakat mengakses layanan medis.

Namanya ATM Sehat. Inovasi karya anak daerah Sulawesi Tengah, putra Kaili asal Desa Toaya, Kecamatan Sindue ini, akan mulai digunakan pada pekan pertama Mei 2026. Kehadirannya menjadi yang pertama di Indonesia pada level Puskesmas.

Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang cepat dan efisien, ATM Sehat hadir menjawab tantangan. Dengan teknologi yang terintegrasi, masyarakat kini dapat melakukan pemeriksaan awal secara mandiri, mulai dari tanda-tanda vital hingga indikator kesehatan lainnya sebelum melanjutkan ke layanan tenaga medis.

Bagi Kepala Puskesmas Lompe Ntodea, Idham Panggagau, SKM, MKM, inovasi ini bukan sekadar alat, melainkan bagian dari perubahan besar dalam pelayanan kesehatan.

“Penggunaan ATM Sehat ini menjadi momentum penting dalam transformasi pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas. Ini bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga bentuk nyata pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.