SULTENG RAYA – Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT memastikan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampus yang dipimpinnya masih relatif lebih murah jika dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rektor Untad saat memberikan penjelasan terkait mekanisme penetapan UKT, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, penentuan UKT di perguruan tinggi negeri tidak dilakukan secara sembarangan. Penetapan tersebut harus melalui perhitungan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang kemudian diajukan kepada kementerian terkait untuk mendapatkan pengesahan.

“Universitas tidak bisa seenaknya menentukan dan melakukan perubahan sendiri,” ujar Prof Amar.

Ia menjelaskan, BKT merupakan perhitungan biaya keseluruhan yang diperlukan untuk menyelenggarakan proses pendidikan pada suatu program studi. Dari hasil perhitungan tersebut kemudian ditentukan besaran UKT yang dibebankan kepada mahasiswa.

Prof Amar menegaskan bahwa jika dibandingkan dengan program studi di berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia, besaran UKT di Untad masih berada di bawah rata-rata.

“Jika dibandingkan dengan prodi-prodi yang di luar Untad, kita masih jauh di bawah. Sementara hitungan BKT-nya dipastikan sama, namun penerapannya kita masih menyesuaikan dengan kondisi sosial ekonomi yang ada,” jelasnya.

Selain itu, Rektor Untad juga menganjurkan kepada para orang tua maupun wali mahasiswa, baik yang saat ini telah menempuh pendidikan maupun yang akan memasuki bangku kuliah, untuk memanfaatkan program bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Salah satu program yang dimaksud adalah program Berani Cerdas yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui program tersebut, kata dia, mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan pembiayaan pendidikan, termasuk pembayaran UKT.

Sebagai contoh, terdapat orang tua mahasiswa yang sebelumnya merasa keberatan dengan biaya UKT. Namun setelah mahasiswa tersebut terdaftar dalam program Berani Cerdas, seluruh biaya UKT akhirnya dapat ditanggung oleh program tersebut.

Karena itu, Prof Amar mengimbau mahasiswa serta orang tua untuk aktif mencari dan memanfaatkan berbagai peluang bantuan pendidikan yang tersedia.

“Olehnya, mahasiswa dan orang tua mahasiswa harus melihat dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada, agar beban-beban yang dirasakan saat ini itu tidak terlalu berat lagi,” tutupnya. ENG