SULTENG RAYA – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Morowali Utara (Morut), mulai terdampak akibat berhentinya aktivitas pertambangan.

“Saat ini, UMKM sekitar tambang hidup dari aktivitas karyawan di perusahaan,” kata Pedagang ayam potong Muhammad Arif di Desa Towara, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara, Minggu.

Dia menjelaskan dampak awal terlihat dari pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan perusahan tambang. Hal itu mengakibatkan daya beli masyarakat turun drastis. Dampak akhir pun dirasakan oleh para pelaku UMKM.

Dia menceritakan usaha penjualan ayam potong yang telah dilakoninya beberapa waktu terakhir, sangat terdampak akibat PHK karyawan perusahaan tambang. Sebelum adanya PHK, dia mampu menjual 10-15 ekor ayam potong setiap hari dengan harga Rp75 ribu per ekor. Sementara, pasca PHK besar-besaran, dia hanya mampu menjual 1-2 ekor per hari, itu pun dengan harga Rp70 ribu per ekor. “Penurunan daya beli masyarakat yang sangat signifikan,” ujarnya.