SULTENG RAYA — Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, meninjau langsung keandalan sistem pembangkit di PLTA Poso sebagai bagian dari langkah strategis menjaga stabilitas pasokan listrik di Sulawesi. Kunjungan ini menjadi momen penguatan sinergi antara PLN dan Poso Energy dalam memastikan operasional pembangkit tetap andal di tengah dinamika kebutuhan listrik yang terus meningkat.
PLTA Poso yang berlokasi di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu tulang punggung sistem kelistrikan Sulawesi. Perannya sangat vital dalam mendukung kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor industri yang terus berkembang.
Saat ini, PLTA Poso Energy mengoperasikan dua unit pembangkit, yakni PLTA Poso 1 dengan kapasitas 120 MW dan PLTA Poso 2 sebesar 395 MW, sehingga total daya mampu pasok mencapai 515 MW. Kapasitas ini menjadikan PLTA Poso sebagai salah satu kontributor utama dalam sistem interkoneksi Sulawesi.
Dalam kunjungan tersebut, dilakukan diskusi strategis bersama jajaran manajemen Poso Energy yang membahas berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan operasional pembangkit, strategi pemeliharaan infrastruktur, hingga langkah mitigasi potensi gangguan guna memastikan kontinuitas pasokan listrik tetap terjaga.
Rizal Calvary Marimbo menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara PLN dan pengelola pembangkit menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“PLTA Poso Energy memiliki peran strategis dalam menopang sistem kelistrikan Sulawesi. Sinergi yang solid menjadi kunci untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil, terutama dalam menghadapi dinamika beban dan potensi gangguan di lapangan,” ujar Rizal.
