SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu melaksanakan panen kangkung di area beranggang sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Anak Binaan, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan pembinaan kemandirian ini, berfokus pada sektor pertanian sederhana namun produktif dan edukatif. Panen dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan, Kepala Seksi Pengawasan, petugas jaga, serta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang merupakan 15 program aksi menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Seksi Pembinaan, Ida Bagus, menyampaikan bahwa kegiatan panen kangkung ini merupakan bagian nyata dari upaya pembinaan kemandirian yang berkelanjutan bagi Anak Binaan.
Ia menegaskan bahwa program pertanian sederhana seperti ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian.
“Kegiatan ini bukan sekadar panen, tetapi merupakan proses pembelajaran bagi Anak Binaan untuk memahami pentingnya usaha, ketekunan, dan hasil dari kerja mereka sendiri. Kami ingin mereka memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Bagus.
Tanaman kangkung yang dipanen sebanyak 3 Kg merupakan hasil budidaya yang telah melalui berbagai tahapan, mulai dari penanaman, perawatan, penyiraman, hingga pemupukan secara rutin dan terjadwal. Proses panen dilakukan dengan mencabut dan mengumpulkan tanaman yang telah siap, dengan tetap memperhatikan kualitas hasil.
Hasil panen tersebut, selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur internal LPKA Palu. Selama kegiatan berlangsung, proses panen berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh tanggung jawab dari seluruh pihak yang terlibat.
Sementara, Kepala LPKA Palu, Welli, juga menjelaskan bahwa keterlibatan semua pegawai, termasuk CASN, menjadi bentuk sinergi dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang positif dan produktif.
“Kami terus mendorong program pembinaan yang selaras dengan arahan kementerian, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter Anak Binaan,” harap Welli.
Program ini diharapkan dapat terus dikembangkan guna memberikan pengalaman serta keterampilan praktis bagi anak binaan, khususnya di bidang pertanian. Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Palu menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang tidak hanya bersifat pembentukan karakter, tetapi juga membekali anak binaan dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan mereka.*/YAT
