Oleh: Abdul Hanif ibn Djaiz

Ketua Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Parigi Moutong

Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat keputusan mereka yang menggunakan Kriteria Kalender Global. Kriteria KHGT yang digunakan sebagai acuan adalah sebagai berikut:

Seluruh dunia dianggap satu kesatuan matlak; bulan baru dimulai serentak. Parameter berikutnya, bahwa bulan baru dimulai apabila di suatu tempat di dunia sebelum pukul 24.00 UTC telah terpenuhi kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam.

Paramater lainnya, jika kriteria terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, bulan baru tetap dimulai dengan syarat: parameter terpenuhi di suatu tempat di daratan Benua Amerika dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand.

Data Astronomisnya:

Diperoleh data bahwa berdasarkan hisab, Ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 M, pukul 01:23:28 UTC (09.23 Wita). Data lokasi pertama yang memenuhi parameter di koordinat 64° 59′ 57.47″ LU, 42° 3′ 3.47″ BT (Rusia bagian utara, tepatnya di wilayah Arkhangelsk Oblast, dekat pesisir White Sea).

Di Lokasi tersebut menunjukkan: bahwa saat matahari terbenam di Lokasi tersebut pukul 18:12:15 (UTC+3) atau 15:24:03 UTC. Ketika itu, ketinggian bulan: 6,49° (≥ 5°), dengan sudut wlongasi bulan: 8° (≥ 8°).

Selain di titik koordinat di atas, bahwa parameter Kalender Global juga terpenuhi di wilayah Makkah, Saudi Arabia yang terletak di Lintang 21° 25′ 22″ LU, Bujur 39° 49′ 31″ BT, Zona +3, dengan kondisi: Ketika matahari terbenam pukul 18:34:04 LT (15:34:04 UTC), tinggi bulan geosentrik saat matahari terbenam: +06° 09′ 09″ (≥ 5°) serta elongasi geosentrik: 08° 05′ 24″ (≥ 8°).

Di sisi lain, pada hari itu waktu Fajar di New Zealand (Fajar NZ) tercatat pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 16:50:02 UTC. Berdasarkan data astronomis yang ada, maka sesuai kriteria utama Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) telah terpenuhi. Parameter elongasi geosentrik mencapai 8° dan tinggi hilal mencapai 5° juga telah terpenuhi di wilayah Makkah dan lokasi lainnya sebelum pukul 24.00 UTC.

Di Makkah, matahari terbenam pada pukul 15:34:04 UTC dengan tinggi bulan +06° 09′ 09″ dan elongasi 08° 05′ 24″, melampaui ambang batas yang ditetapkan. Sebagai konfirmasi, data lokasi hilal pertama juga menunjukkan nilai tinggi bulan 6,49° dan elongasi 8°, yang semakin menguatkan bahwa parameter KHGT secara global telah dipenuhi.

Dengan demikian, berdasarkan data astronomis yang memenuhi kriteria KHGT yaitu adanya wilayah di dunia (Makkah dan lokasi lainnya) yang mengalami elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC, maka ditetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M. Penetapan ini berlaku secara global sebagai awal bulan Syawal yang menyatukan seluruh kawasan dunia dalam satu kalender hijriah.

Dengan data ini, maka negara-negara yang telah mengadopsi kriteria KHGT, akan berlebaran bersamaan dengan Arab Saudi pada Jumat 20 Maret 2026. Selain itu, berdasarkan data astronomis tersebut, maka mereka yang menggunakan kriteria Kalender Global (KHGT), mengistikmalkan (mencukupkan) puasanya 30 hari, karena syarat utama bulan baru, yakni peristiwa ijtimak baru terjadi pada pagi hari ke-30 Ramadhan.

Bagaimana dengan Indonesia?